INSPIRASIAndSEMANGAT MUSLIM MUDA


Pagi hari. Matahari mulai menyapa dengan sinarnya yang hangat. Orang-orang keluar dari rumahnya untuk menjalankan aktifitas masing-masing. Tidak banyak yang peduli dengan keberadaan si benda langit yang setia itu. Siangnya, matahari bersinar terik. Sinarnya yang menyengat siang itu, membuat beberapa orang nampak menyeka keringat. Tak jarang keluhan dari bibirnya terucap karena rasa tidak nyaman akibat suasana gerah yang tercipta. Menjelang petang, sedikit demi sedikit semburat jingga terlukis di langit. Matahari akan segera berpamitan. Kini, tinggal setengah lingkaran, bertanda matahari akan segera terbenam. Begitulah roda perputaran matahari, setiap harinya.

Ya, keberadaan matahari sebagai ciptaan Allah, kadang hanya kita anggap sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, asal shohib AF tau aja, ada begitu banyak hal yang sebenarnya dapat menjadi bahan renungan kita atas keberadaan si Raja Siang ini !
Matahari adalah bintang terdekat dengan bumi dengan suhu permukaan enam ribu derajat celcius, hmm..., kebayang gak panasnya ? Tapi, jangan kaget dulu ! Sebab semakin kita menilik ke bagian inti bola raksasa ini, suhunya dapat mencapai hingga 15 juta derajat celcius loh! Energi yang dihasilkan, kemudian terbawa kepermukaan matahari sebagai panas dan sinar. Keduanya, amat penting bagi kehidupan dunia. Sinar dan panas itu terah dirancang dengan kepekaan yang menakjubkan bagi kehidupan kita !


Panas yang dihasilkan matahari berguna untuk memanaskan permukaan bumi. Sinarnya, terjaga kehangatannya dengan suhu dalam kisaran dimana makhluk hidup dapat bertahan. Sedangkan sebagai energi, sinar ini berguna sebagai penggerak dalam proses fotosintesis. Terutama, waktu tumbuhan membuat makanannya. Nah, kamu mungkin sudah pernah mempelajari proses ini di pelajaran sekolah kamu, khan? Tapi, jangan cuma hapal teorinya yah, tapi renungi pula betapa dalam proses tersebut tentunya tidak terlepas dari kekuasaan Allah Azza Wa Jalla, pencipta alam semesta !

Fotosintesis, Luar Biasa !
Fotosintesis terjadi dengan adanya kloroplas yag bekerja layaknya laboratorium kimia degan reaksi yang rumit di tiap detiknya. Satu-satunya pembuatan zat makanan di dunia adalah proses kimiawi yang dilakukan oleh tumbuhan ini. Semua makhluk hidup secara tidak langsung memperolehnya lewat jalur rantai makanan yang ada. Hewan pemakan tumbuhan mengambil energi ini, saat melahap rumput, daun dan sebagainya. Selanjutnya, hewan karnivora juga memperoleh energi dari sumber yang sama, ketika melahap hewan pemakan tumbuhan tadi. Begitu pula dengan manusia, waktu menyantap sayur dan daging, maka tanpa sadar, sebenarnya setiap santapan kita, ada energi dari matahari !

Belum cukup dengan energi, hasil penting fotosintesis lainnya adalah oksigen. Manusia dan hewan mengambil sedikit demi sedikit persediaan oksigen dari atmosfer dan tumbuhan. Selanjutnya, menggantinya lewat fotosintesis. Tentu saja, terdapat keseimbangan menakjubkan dalam hal ini. Tumbuhan menyediakan glukosa dan oksigen, kita menggunakannya dalam sel-sel kita. Karbondioksida yang kita lepaskan, digunakan kembali oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Daur selaras ini terjadi terus menerus, hanya dapat terjadi berkat bantuan sinar matahari !

Sinar matahari dirancang khusus untuk kehidupan di bumi. Pengaturan ini juga berlaku dalam proses fotosintesis yang hanya dapat berlangsung dengan sinar matahari, bukan sinar yang lain. Astronom asal Amerika menulis, “Klorofil adalah molekul yang melakukan fotosintesis diawali dengan penyerapan sinar matahari oleh molekul klorofil. Namun, agar ini terjadi, sinar itu haruslah berwarna sesuai. Sinar yang salah warna tidak akan bisa. Perumpamaannya seperti seperangkat televisi. Agar ia bisa menerima siaran tertentu, pesawat harus disetel ke saluran itu, jika disetel ke tempat yang lain, siaran tidak dapat diterima. Ini sama dengan fotosintesis, matahari diumpamakan berperan sebagai pemancar dan molekul klorofil sebagai pesawat televisi. Jika molekul dan matahari tidak saling disetel dalam hal warna, fotosintesis tidak akan terjadi. Ternyata, warna matahari sungguh sangat tepat untuk fotosintesis.” (George Greenstein, The Symbiotic Universe, William Morrow, New York, 1988, h.96)

Kesimpulannya, bahwa terdapat kecocokan yang sangat pas antara sinar matahari dengan klorofil yang ada pada daun. Kecocokan ini tentunya gak mungkin dong tanpa kesengajaan! Tapi, ada yang mengaturnya, yakni; pencipta matahari, tumbuh-tumbuhan, bumi, langit, dan semua di antara keduanya, adalah satu Dzat yang sama : Allah Subhanah Wata’ala !

Perjuangan Si Sinar
Sinar matahari harus melintasi rintangan besar sebelum mencapai bumi kita. Yup, rintangan itu adalah atmosfer! Tapi, sinar matahari adalah satu-satunya radiasi yang dapat dibiarkan lewat oleh atmosfer. Dalam waktu bersamaan, lapisan ini juga menahan sinar-sinar lain yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Matahari hanya mencurahkan satu banding sepuluh pangkat dua puluh lima dari radiasinya, dan itulah yang diloloskan oleh atmsosfer. Tentunya rancangan dan rencana di tiap rincian alam semesta ini telah diciptakan Allah dengan keselarasan yang amat istimewa bagi segenap makhlukNya.

Stt..., ternyata kesimpulan yang dituntun oleh ilmu pengetahuan ini sesungguhnya telah diajarkan oleh Allah lewat al Qur’an sejak 14 abad lampau. Jika ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa sinar matahari disiapkan untuk kita dan untuk melayani kita, maka coba simak firman Allah dalam surah Ar Rahman [55] ayat 5 berikut :
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan”
Tengok pula apa yang terdapat dalam bagian Al Qur’an lainnya :
“Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dari hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malan dan siang. Dan Dia telah berikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya.Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS Ibrahim [14] : 34)

Subhanallah! Maka patutlah terucap syukur saat matahari menyinari bumi, karena Allah telah menciptanya, teruntuk kita semua !(AR)

gambar: http://i287.photobucket.com/albums/ll123/sailorette857/sunshine.jpg


This entry was posted in Thank you for reading !! Barakallahu fiik .

0 comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar!

Followers

Subscribe via Email

Enter your email address:

Cara Kirim Tulisan

Redaksi menerima tulisan dari pembaca. Yang tulisannya dimuat, Insya Allah akan mendapat imbalan. Tulisan yang masuk akan menjadi milik redaksi dan tidak dikembalikan. Jangan lupa sertakan biodata singkat di akhir tulisan. Berminat? Silakan kirimkan tulisan via email ke redaksialfirdaus@yahoo.com