INSPIRASIAndSEMANGAT MUSLIM MUDA

thumb2

“Al Musytaquuna ilaa Ramadhan” (Orang-Orang yang Merindukan Bulan Ramadhan)

- - Majalah AlFirdaus


Sebuah Renungan
Mencoba menyibak sejarah orang-orang sholeh terdahulu yang menjadikan seluruh hidup mereka adalah Ramadhan. Mereka telah mempersiapkan diri menanti datangnya bulan Ramadhan. Sebuah persiapan yang cukup untuk ‘bertarung’ dan istiqamah sehingga mereka benar merasakan sepenuhnya Ramadhan tersebut.
Rindu Ramadhan, berarti rindu pada sejuta kebaikan dalam bingkai amalan sholeh. Kerinduan yang hakikatnya merupakan kerinduan akan akhirat, kerinduan bertemu Allah. Oleh karena itu mereka berharap penuh kepada Allah, agar umur dipanjangkan bertemu syahrul mubarak. Pertanda mereka memiliki hati yang hidup, sambil khawatir jika umur tak sampai ke sana. Mereka adalah teladan, pengingat setiap hamba yang datang setelah mereka pada kematian. Tidak terbuai akan silaunya kehidupan dunia di hadapan mata.

Maka hari ini adalah zaman kita untuk mempersembahkan ibadah yang berkualitas. Kalau kita berbaik sangka kepada Allah, maka Dia akan memanjangkan umur kita untuk mendapatkan kebaikan yang akan datang, tentunya dibarengi dengan sebuah niat. Karena sebelum melakukan sebuah kebaikan, Allah telah mengetahui niat kita. Maka Allah akan berbaik sangka kepada kita dengan dirasakannya kenikmatan beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tak ada pilihan lain, selain mempelajari niat itu sendiri. Sebab niat lebih dahulu ‘sampai’ daripada amalan.
Rindu Ramadhan, Rindu Kemenangan

Bulan Ramadhan adalah bulan kemenangan. Salafushshalih pun menjadi teladan. Mereka menjadi manusia yang rindu Ramadhan, sebab mereka merindukan kemenangan. Satu kisah populer adalah kisah perang badar. Sebuah kisah perang para malaikat.
Lalu sadarkah kita, perbedaan mencolok antara kita dengan orang-orang kafir, seperti perbedaan langit dan bumi…?! Kita beribadah kepada Allah, sedangkan mereka berdosa kepada Allah. Maka janganlah kita ‘mengkhayalkan dosa’ yang mereka lakukan. Meski mereka bersenjatakan nuklir sekalipun, tetapi ketahuilah senjata yang paling ampuh bagi kaum muslimin adalah ketaqwaan. Inilah rahasia kemenangan kaum muslimin di atas orang kafir. Kaum muslimin adalah orang yang hidup dengan kehidupan yang hakiki, dalam jiwa mereka ada iman dan taqwa. Adapun orang-orang kafir adalah orang-orang mati karena mereka terkubur oleh lumpur dosa kedurhakaan mereka.

Maka jadikanlah amar ma’ruf nahi mungkar sebagai pilihan hidup. Bersikap jujur kepada Allah, hingga Allah mengokohkan kita, seperti generasi gemilang, salafusshalih. Akankah sejarah terulang kembali pada hamba-hamba Allah yang masih hidup hari ini? Padahal Al Quran yang mereka baca, kita pun membacanya. Jika sang hamba beriman seperti iman mereka, insya Allah, Allah akan menjayakan umat ini!

Enyahkan segala kelemahan yang terbersit di hati, saat sang hamba memilih istiqamah di atas agama ini, maka akankah dia terpelanting dari dunia? Duhai sang hamba, sadarkah engkau bahwa dunia hanya diwariskan pada orang-orang sholeh?

Apalagi dunia yang pasti akan menghilang, maka saat Allah memanggil kita, bergembiralah! Bergembira menyambut Ramadhan dengan rahmat-Nya, melahirkan optimisme di hati walau saat ini umat berada di titik nadir. Yah, kata orang, umat Islam kini berada dalam masa kegelapan. Tapi kita punya harapan besar. Selalu mau menunjukkan yang terbaik di hadapan Allah!

Melirik Kepekaan Hati Salafusshalih
Seorang salaf pernah menjual budak wanitanya kepada seseorang. Ketika Ramadhan tiba, maka tuan barunya itu menyiapkan segala sesuatunya berupa makanan dan minuman untuk persiapan selama Ramadhan. Budak wanita itu kemudian heran dengan apa yang diperbuat oleh tuannya, karena yang demikian itu tidak pernah ia dapatkan ketika masih mengabdi kepada tuannya yang lama. “Maaf tuan, kelihatannya anda sibuk sekali, sepertinya akan datang masa paceklik yang panjang?” tanyanya. “Kami sedang mempersiapkan menyambut bulan Ramadhan” jawab tuannya. Budak itu berkata, “Memangnya kalian tidak berpuasa selain bulan ini? Demi Allah, aku dulu hidup bersama orang yang sepanjang masanya adalah Ramadhan, kembalikan saya kepada tuanku itu”.

Dapat kita pahami bahwa salafusshalih menjadikan seluruh bulannya untuk taat kepada Allah dengan menjaga batasan-Nya, sebagaimana mereka ketika berada di bulan Ramadhan. Begitulah salafusshalih, memberikan penghormatan terhadap Islam. Tapi mereka senantiasa takut kepada Allah, padahal keimanan mereka ter-refleksi dalam kehidupannya dalam berbagai ibadah dan amal sholeh. Beginilah, ruhiyah salafusshalih! Merekalah manusia-manusia Ramadhan.

Dikarenakan ‘ilmun naafi’un (ilmu yang bermanfaat) yang sampai pada hati dan lisan mereka. Sebagai orang yang senantiasa rindu berjumpa dengan Allah, banyak kisah teladan dari mereka. Dari ayat ke ayat, hadits ke hadits, lalu kita diingatkan, “Kapan Ramadhan kita amalkan?” Sebab generasi yang mencontoh salafusshalih tidak menunggu hati mereka menjadi keras.
Mengambil Ibrah di Bulan Sya’ban
Seyogyanyalah kita memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban, terutama ibadah puasa. Hikmahnya sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan. juga karena bulan itu banyak orang yang lalai sehingga Rasulullah mencontohkan kepada kita untuk istiqamah. Pada bulan itu juga, amal-amal manusia diangkat ke langit sehingga Rasulullah suka jika berpuasa. Termasuk ibadah puasa Senin-Kamis yang beliau lakukan.

Hikmah lain yang bisa dipetik; di saat merebaknya kelalaian, orang yang tetap dalam ketaatannya, pastilah memiliki pahala yang lebih banyak, sebab boleh jadi mereka itu sedikit. Yah, di saat banyak orang lalai, ia tetap menjaga hubungannya dengan Allah! Tidak mudah memang. Tapi hal tersebut menunjukkan sebuah komitmen yang kokoh. Ibarat gunung berguncang, ia pun tetap tegar! Karena amalan yang berat adalah ketika berhadapan dengan jiwa. Mudah melakukannya di saat berkumpul dengan orang-orang sholeh, tapi saat sendiri? Ia tetap memilih istiqamah! Istiqamah di atas agama ini, sampai Allah mempertemukan sang hamba tersebut di bulan berkah, bulan Ramadhan.

Semoga Allah memberi umur panjang. Mengisi Ramadhan dengan amal sholeh. Tapi bukan berarti ‘menyembah’ Ramadhan, melainkan menyembah Allah pada seluruh bulan.


Meraup Pahala di Bulan Ramadhan
Hati mesti ditata sepenuhnya untuk menyambut tamu mulia ini dengan penuh cinta. Karenanya, bulan Ramadhan adalah bulan amal.

1. Puasa

Ibadah puasa tidak melahirkan amal karena puasa berarti menahan. Tepatnya, puasa adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala berlipat ganda sesuai kualitas puasa hamba-Nya. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya), “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Subhanahu wa ta’ala berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku” (HR. Muslim)
Tapi shohib AF, bisa saja orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya), “Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, tapi hanya mendapatkan begadang saja” (HR. Ahmad)

2. Shalat Tarawih (Qiyamu Lail)

Malam bulan Ramadhan memiliki kesan khusus dengan seluruh malam dalam setahun. Shohib AF bisa melihat semua orang bisa melaksanakan shalat tarawih, meski dengan niat yang berbeda-beda. Nah, agar niat tidak keliru, perlu diketahui keutamaan di balik shalat malam (tarawih) yang bakal dilakukan.

]مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya akan diampunilah dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Sedekah

Qudwah kita, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, adalah orang yang dermawan. Kedermawanan beliau bertambah di bulan puasa. Dalam sebuah hadits beliau bersabda (artinya), “Seutama-utama sedekah adalah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi dari Anas Radiyallahu ‘anhu)
Termasuk bentuk sedekah yang lain adalah menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya), “Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun” (HR. Ahmad dan An-Nasai)

4. Membaca Al Quran

Rasul memperbanyak membaca Al Quran di bulan Ramadhan. Malaikat jibril pun datang untuk membacakannya kepada beliau (HR. Bukhari). Tentang orang yang menghafal Al Quran, telah diriwayatkan oleh Ibnu Umar, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya), “Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al Quran; bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah secara tartil seperti yang engkau lakukan di dunia, karena manzilahmu terletak di akhir ayat yang engkau baca” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan yang lainnya)

5. I’tikaf

I’tikaf adalah menetap di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Aisyah Radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasul melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian para istri baliau juga melakukan i’tikaf setelah beliau wafat. Dalam lafadz yang lain dikatakan, “Rasulullah i’tikaf pada bulan Ramadhan. Jika beliau hendak shalat subuh, maka beliau mengahampiri tempat yang beliau gunakan untuk i’tikaf sebelumnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Aisyah berkata, “Biasanya Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh maalam terakhir (Ramadhn) melebihi dari kesungguhan beliau di waktu-waktu yang lain” (HR. Muslim)
6. Umrah

Umrah berarti mengunjungi Baitullah yang suci untuk thawaf dan sa’i di bulan Ramadhan, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya), “Umrah ke umrah lainnya adalah menghapus dosa-dosa diantara keduanya” (Mutaffaq alaihi)

7. Mencari malam lailatul qadar (malam kemuliaan)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sanpai terbit fajar(QS. Al Qadr [97]:1-5)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya), “Barangsiapa yang mendirikan shalat malam pada lailatul qadar dengan dasar keimanan dan mengharapkan ridha Allah pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang(HR. Bukhari)
Wah, dua dalil di atas saja, membuat kita serasa dimuliakan oleh Allah! Sudahkah kita juga merasakan kemuliaan bulan Ramadhan? Shohib AF, ternyata ada satu doa yang dianjurkan membacanya bila bertepatan dengan malam lailatul qadar, satu malam yang berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Ya Rasulullah, apa yang aku baca bila bertepatan dengan malam itu?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah; Allohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engakau Maha Pemberi ampunan dan suka memberi ampun maka ampunilah aku)”
Semoga Allah memberikan kemudahan agar dapat memanfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya, utamanya beramal dengan amalan yang sesuai sunnah Rasul. Berharap kita dapat mendulang pahala Ramadhan, sehingga ketika keluar Ramadhan, kita menjadi hamba yang bertakwa. Amin.
Continue reading

thumb2

“Kutemukan cahaya dalam Redupnya Hidup Ini”

- - Majalah AlFirdaus


Asyiiiiiik…….! Aku masuk SMU…! Kata orang, semua yang seru-seru akan kita dapatkan. Ehm…., apalagi kalau sekolah yang kita tempati adalah sekolah unggulan, alias terkenal! Terkenal kualitasnya, terkenal gaulnya,terkenal semua-muanya deh!

Deg-deg-deg... Perasaan hati ini deg-degan menanti pengumuman hasil tes, apakah aku bisa lulus ke sekolah yang aku inginkan atau tidak?!? Aku mendaftar di salah satu sekolah negeri yang cukup terkenal dan terletak di tengah-tengah kota....

Dan hari yang dinantikan pun tiba. Karena banyak pendaftar dari daerah lain yang nilainya cukup bagus dan hanya beda koma, nilaiku tidak cukup, dan aku tidak lulus…! Hiks…hiks..hiks...Ayah dan ibu pun ikut sedih mengingat prestasiku di sekolah dulu baik, namun kali ini aku tidak ditakdirkan untuk lulus.

Keesokan harinya ibu masih tetap keluar mencarikanku sekolah. Aku menunggu di rumah dan tiba-tiba dering telpon rumahku pun berbunyi, ternyata telefon dari ibu, ibu berhasil mendapat info bahwa salah satu sekolah yang terkenal ternyata kekurangan siswa karena banyak pendaftar yang nilainya tidak mencukupi target sekolah tersebut, ibu sangat optimis bahwa aku bisa lulus. Akhirnya aku pun bergegas ke sekolah tersebut dengan membawa semua berkas yang dibutuhkan karena waktu pendaftarannya terbatas sampai sore hari.

Alhamdulillah aku lulus! Betapa senangnya aku dan ke dua orangtuaku. Allah menyuruh kita tidak putus asa dan tetap berusaha dari kegagalan yang ada di hadapan kita, jika kita sabar dan ridho menerima takdir dari Allah akan ada ganti yang lebih baik. Aku bahkan lulus di sekolah yang lebih bagus dari tempat aku mendaftar awalnya.

Hari ini pertama aku duduk di kelas baruku. Setelah tes penempatan kelas, aku berhasil duduk di kelas unggulan. Wets, banyak saingan nih?!? Mesti belajar yang tekun dong! Ayo semangat…! Tiga bulan pertama aku berusaha untuk selalu bersaing di kelas itu, seluruh tugas sekolah dan rumah berusaha untuk kukerjakan. Hingga tiba suatu hari dimana semangat hidupku seakan hilang dan redup dengan kejadian yang sangat mengguncangkan, ayah ibuku harus berpisah! Hal itu berarti keluargaku akan mengalami broken home…!!! Ibuku bahkan pergi dari rumah, hatiku sangat sedih…

Akhirnya aku tinggal bersama ayah yang super sibuk. Dari pagi sampai malam bekerja, aku pun jadi tidak betah tinggal di rumah dan kurang bersemangat lagi belajar di sekolah, tidak jarang aku terkadang menangis jika mengingat kejadian di rumah. Tanpa kebersamaan orangtuaku aku terasa tak mempunyai tujuan hidu. Pola hidupku jadi tidak teratur termasuk pola makan dan mengatur waktu. Kebanyakan aku menghabiskan waktu dengan organisasi di sekolah. Tapi apa yang aku dapat justru semakin capek dan tidak bersemangat.

Ya Allah sampai kapan ini semua akan aku jalani…!

Ya Allah berikan aku kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup ini walau tanpa orang tua yang senantiasa mendampingiku!

Mendekati ujian semester banyak jadwal pelajaran tambahan yang diberikan guru. Hari Jum’at aku ada tambahan pelajaran matematika setelah shalat jum’at, itu artinya aku harus menunggu di sekolah dari jam 11 sampai 13.30 karena rumahku jauh dari sekolah jadi tidak mungkin aku pulang. Huh…! Bosan rasanya menunggu di kelas… Tiba-tiba ada sebuah ajakan yang menghampiriku

“Yuk kita ikut kamat!!!”

Aku pun bertanya segala hal tentang kamat. Ternyata kamat adalah kajian jum’at, di sana kita bisa mendengar ceramah agama Islam. Awalnya aku setengah-setengah ikut, tapi dengan berbagai kata yang dilontarkan untuk mengajakku hatiku pun tertarik dan penasaran. Akhirnya aku ikut,awal aku melangkah ke kelas itu sapaan hangat kakak kelas menyambutku.

”Assalamu ‘alaikum de,,ayo masuk..siapa namanya??”
Wow…sapaannya begitu menyentuh hatiku…Di organisasi lain syukur-syukur kalau kita disapa, yang ada tabe-tabe senior (alias senioritas, junior harus menghormati dan mengikuti perintah senior).

Kemudian dari balik pintu datanglah seorang kakak berpenampilan sperti ustadzah, jilbabnya panjang sampe menutupi tangannya (ehm…, kalau diperhatikan kayak mukena yang kita pakai kalau mau shalat)..Wow aku bertanya-tanya kenapa dia memakai jilbab yang pauanjaaang banget kayak mau shalat aja tapi bukan mukena,kakak itu memakainya kemana-mana. Setiap datang warna jilbabnya disesuaikan dengan bajunya, setiap aku memperhatikan penampilan kakak itu, rasanya aku ingin bertanya kenapa kita berpakaian seperti ini?? Apa tidak kepanasan…? Aku jadi penasaran…

Setelah beberapa kali ikut kamat aku jadi termotivasi agar shalat tepat pada waktunya, karena shalat adalah amalan yang pertama kali di hisab. Shalat adalah tiang agama, maka apabila shalat kita baik maka amalan yang lain pun insyaAllah akan baik. Lalu aku diajak tarbiyah (privat kajian agama islam), biasa yang kudengar privat bahasa inggris or matematika, di tarbiyah ini kita bisa mempelajari islam lebih mendalam dan bebas bertanya langsung. Wah mau dong…! Pertanyaan-pertanyaan tentang agama sudah sangat banyak di kepalaku. Karena itulah, aku akhirnya memutuskan untuk ikut tarbiyah.

Dan apa yang kurasakan??? Aku merasakan suatu ketenangan dari semua masalah yang terjadi di rumah, karena aku merasakan kedekatan dengan Allah. Dari tarbiyah, aku juga belajar akan arti sebuah kejujuran dan persaudaraan (ukhuwah) karena Allah dalam hidup. Yup kejujuran! Kita dipahamkan agar selalu bersikap jujur karena Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan..Good bye nyontek…!

Ada pula persaudaraan dimana kita bisa saling tolong menolong, nasehat-menasehati dan saling mendoa’kan. Selamat tinggal senioritas...! Yang aku butuhkan persaudaraan yang tulus karena Allah…Wah indahnya!!!

Kini aku juga udah tau alasan mengenakan jilbab yang kayak mukena itu. Semua ada perintahnya di Al Qur’an.
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...” (QS. An Nuur [24]:31)
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab [33]: 59)

Kita khan harus beriman kepada Al Qur’an, artinya menjalankan perintah di Al Qur’an seperti shalat,berpuasa dll..So, Kenapa tidak dengan memakai jilbab yang sesuai dengan syariat yang diperintahkan dalam Al qur’an. Aku akan menjadi muslimah yangberpakaian sesuai dengan perintah syariat. Tidak takut..aku tidak takut kepanasan karena panas neraka jauh lebih dahsyat panasnya ketika kita tidak melakukan perintah Allah dalam Al qur’an..Ih takuuuut,nauzdubillah min zalik!

Hari-hariku kini jadi lebih bermakna dengan iman yang tertanam dalam hatiku, dari tarbiyah aku diajar agar tetap berbakti dan berbuat baik sama orangtua meskipun mereka telah mengecewakanku. Aku juga kini lebih mandiri mengurus semua pekerjaan di rumah. Aku merasa beruntung di banding mungkin teman sebayaku disekolah yang jangankan mengurus rumah, pakaiannya aja masih dicucikan! Suatu kekuatan yang luar biasa yang kudapat mungkin inilah yang dinamakan hikmah dibalik musibah jika kita menghadapi musibah itu dengan rasa tawakkal kepada Allah. Yuk…,kembali kepada Allah! Ingat dasar di ciptakan manusia!
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat [51]:56)

Saudariku, apapun yang engkau alami di hidup ini tetaplah tegar di jalan Allah! Tiada yang patut kita sesali kecuali waktu yang telah berlalu yang kita lewati tanpa melakukan suatu amal kebaikan. Amal kebaikan yang akan menghantarkan kita ke cita-cita semua ummat, yaitu ke syurga-Nya. (dF@s)

Continue reading

thumb2

Muslim Luar Biasa!

- - Majalah AlFirdaus


Aku bangga menjadi seorang muslim! Semangat itulah yang membawa Al Firdaus dalam penerbitan kali ini! Ditengah kondisi kaum muslimin yang terhimpit saat ini, berbagai macam isu yang memojokkan, ditambahn lagi dengan tidak mendominasinya kaum muslimin dalam pengembangan ilmu dan teknologi, Al Firdaus mengajak kamu untuk bernostalgia dengan masa-masa kejayaan kaum muslimin terdahulu. Masa jaya yang bukan hanya dongeng-dongeng atau cerita fiksi masa lalu, tapi merupakan sebuah kenyataan yang pernah terjadi dan insya Allah akan kembali terulang suatu saat nanti. Nurani kita diketuk untuk kembali bangkit dan melanjutkan langkah dengan lebih mantap lagi!

Simak juga curahan hati dari Ummu Hafshah yang mendapingi Ustadzah Hanan, seorang pengajar dari Arab Saudi yang datang ke Kota Daeng untuk berbagi ilmu dengan para muslimah. AlFirdaus juga tidak lupa membahas seputar dunia remaja dalam ‘Dentang-Denting Musik’ dan ‘Senyum si Gigi Kawat’.

Hmm…, penasaran?Segera saja gebet Majalah Al Firdaus edisi terbaru Sya’ban Ramadhan yang terbit HARI INI! AlFirdaus, Inspirasi Muslim Muda!
Continue reading

thumb2

AF's Break! #2

- - Majalah AlFirdaus


Shohib AF... Ada yang baru di 7 Agustus besok, insya Allah! Mau baca 'Kenangan Manis bersama Ustadzah Hanan Hafizhallahu Ta'ala'? Dapatkan di Al Firdaus edisi terbaru! Kami hadir dalam Penataran Ramadhan @ Aula Ammanagappa! Ayo... Jangan sampai ketinggalan yah!
Continue reading

Followers

Subscribe via Email

Enter your email address:

Cara Kirim Tulisan

Redaksi menerima tulisan dari pembaca. Yang tulisannya dimuat, Insya Allah akan mendapat imbalan. Tulisan yang masuk akan menjadi milik redaksi dan tidak dikembalikan. Jangan lupa sertakan biodata singkat di akhir tulisan. Berminat? Silakan kirimkan tulisan via email ke redaksialfirdaus@yahoo.com