INSPIRASIAndSEMANGAT MUSLIM MUDA

thumb2

Sifat Penuntut Ilmu

- - Majalah AlFirdaus

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sifat Penuntut Ilmu adalah TAWADHU'

"Setiap bertambah ilmuku, maka semakin bertambah aku tahu akan kebodohanku."
(Imam Asy Syafi'i)

WARNING!
"Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk mendebat orang bodoh, atau berbangga di depan ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia di NERAKA."
(HR. Tirmidzi)


Continue reading

thumb2

Waktu-Waktu yang Baik Untuk Berdoa

- - Majalah AlFirdaus

Bismillaahirrahmaanirrahiim 

Berikut adalah pemaparan Waktu-Waktu yang Baik Untuk Berdoa:
  1. Waktu sahur/sepertiga malam terakhir
  2. Ketika berbuka puasa
  3. Ketika malam lailatul qadr
  4. Di antara adzan dan iqomah
  5. Ketika sujud dalam sholat
  6. Ketika sebelum sama dalam sholat wajib
  7. Di hari jumat
  8. Ketika hujan turun
  9. Hari rabu antara dzuhur dan ashar
  10. Ketika hari arofah
  11. Ketika perang berkecamuk
  12. Ketika minum air zam-zam


Continue reading

thumb2

Sang Jurnalis Dakwah

- - Majalah AlFirdaus

Bismillaahirrahmaanirrahiim

sang jurnalis dakwah



Kebangkitan Jurnalis Dakwah
Ikatlah ilmu dengan tulisan. Begitulah perkataan Ali bin Abi Thalib yang menjadi dasar untuk menulis. Sesuatu yang diilmui akan hilang ditelan masa ketika tidak ada jejak hitam di atas putih. Jangan ragu wahai orang-orang, menulislah!

Tidak perlu takut untuk berdakwah lewat tulisan. Jika telah diniatkan untuk Allah Subhanahu wa Ta‘ala maka aktivitas menulis pasti tertuju kepada Allah. Rasa takut akan cemooh, kekhawatiran tidak pantas, dan gelisah karena opini publik hanya akan menghilangkan kemampuan menulis itu sendiri. 

Lalu bagaimana bila benar-benar tidak memiliki bekal dalam dunia jurnalistik? Mudah saja, belajarlah! Cara belajarpun beragam. Bisa dengan otodidak dari buku dan internet atau pun dengan mengikuti pelatihan jurnalistik, misalnya saja pelatihan jurnalistik yang diadakan DPP Wahdah Islamiyah dengan mengusung tema “Sang Jurnalis Dakwah Peretas Peradaban Islam”. Dengan demikian, tidak ada yang tidak bisa kalau sudah ada tekad dan usaha. 

Perkembangan dewasa ini dengan segala kecanggihan media dan teknologi, begitu menuntut peran seorang jurnalis. Namun, perlu digarisbawahi yang diharapkan bukanlah sembarang jurnalis. Melainkan seorang jurnalis dakwah yang mampu meretas peradaban Islam. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan jurnalis mampu menggenggam dunia melalui tulisannya. Wahai jurnalis, bangkitlah! (Ummu Wildan)

Menulis, Melintasi Zaman!
Tulisan para ulama terdahulu, terus menembus ruang dan waktu hingga kini. Mengapa? Karena ulama mewariskan ilmu. Maka ilmu yang ditulis dari hati, sampai pula ke hati pembacanya. Lalu lihatlah perubahan! 

Perubahan signifikan dari masa ke masa tentang dunia Islam, selalu menjadi daya tarik untuk dibahas. Sejarah pun menceritakan ‘peristiwanya’. Bukan hanya emat Imam Madzhab saja; Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hambali yang menelorkan karya emas untuk peradaban umat. Melainkan juga, khazanah keislaman dengan pencapaian yang prestisius, kerap membius tokoh-tokoh Barat untuk meneladaninya. Bukankah angka pemuda nol dan logaritma ditemukan ilmuwan Islam bernama al Khawarizmi. Bidang kedokteran oleh Ibnu Sina. Ar-razi sebagai pakar Farmasitikal, dan sederet ilmuwan Islam lainnya.

Betapa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Hanya saja, yang kini perlu ditanya adalah para pemuda Islam hari ini. Sudahkah pemuda Islam memaknai keberislamannya, yang merupakan nikmat terbesar dalam hidup ini? Bahwa kenikmatan itu diwujudkan dengan syukur, dengan amal nyata! Yah, ummat menunggu prestasi para pemuda Islam! 

Termasuk para pemuda yang mau mengabadikan sejarah, kejadian masa jaya Islam lewat tulisan. Berkacalah pada para ulama! Mereka, dengan segala kesederhanaan dan kehidupan yang serba primitif saat itu, tidak menjadi sebuah penghalang untuk menghasilkan karya fantastis. Adakah para ulama dahulu mempelajari tentang jurnalistik? Tentu saja tidak! Tetapi karena rasa hati akan pemaknaan ilmu yang inginnya sampai kepada umat, sekali lagi lihatlah perubahannya di era milenia kini! Karya mereka terus melintasi zaman dari masa ke masa. Antusias kaum Muslim menuntut ilmu meski harus berguru ke beberapa kota sumber ilmu di dunia ini. Karya mereka diterjemahkan dalam beragam bahasa yang memudahkan kaum Muslim lainnya untuk mempelajarinya.

Maka apa yang membuat para pemuda Islam diam dan berpangku tangan. Padahal gempuran media Islam sangat mencekoki ummat Islam di seluruh penjuru dunia. Iya, ada sebuah pernyataan menarik yang terus tersave dalam long-term memory penulis bahwa barangsiapa yang ingin menguasai dunia, maka harus menguasai media, sebab media mampu membentuk opini publik. Kira dibayangkan media kemungkaran bila marak tayang lalu menghipnotis jutaan ummat Islam. Maka pemuda, mari buat dunia mengakui bahwa hanya Islamlah agama yang diridhai Allah! (Ummu Nawwas)

Continue reading

thumb2

Mahasiswa (Seharusnya) Ulul Albab

- - Majalah AlFirdaus


Kerusuhan pecah. Bukan, bukan di daerah konflik dimana hal itu sudah menjadi santapan sehari-hari. Bukan pula di zona merah tempat deru senjata dan lemparan batu telah menjadi kebiasaan. Kisruh itu justru bergolak di tempat dimana seharusnya tercipta suasana yang aman, damai, dan kondusif untuk mengejar cita-cita dan meraih mimpi-mimpi. Ya, tawuran antarmahasiswa kembali terjadi! Lalu tidak cukup dengan kehebohan yang membuat banyak pihak bergidik ngeri, tawarun itu juga dibumbui dengan pengrusakan fasilitas kampus. Maka, tidak usah pertanyakan berapa besar kerugian yang harus dikecap dari kejadian ini, baik kerugian materil, maupun imateril.
Hal ini tentunya menjadi sebuah ironi, apalagi dengan mengingat bahwa hal ini bukan pertamakali terjadi. Lalu mengapa seolah menjadi sesuatu yang begitu berat untuk meredam gejolak tawuran yang sepertinya memiliki musim layaknya kemarau dan penghujan tersebut? Yah, pengulangan-pengulangan yang menyakitkan tersebut membuat kita sudah seharusnya senantiasa mengevaluasi, memuhasabah diri kita sendiri, terutama bagi yang menyandang status sebagai seorang mahasiswa.
Betapa besarnya penghargaan tersebut sehingga kata ‘maha’ disematkan sebelum ‘siswa’. Ini seharusnya sudah cukup untuk menjadi lecutan bagi para penyandangnya untuk senantiasa berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memberikan contoh positif di tengah-tengah masyarakat. Setelah melewati proses pendidikan di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah, ditambah dengan berbagai macam pelajaran di masa kuliah, bukan hanya tentang materi-materi perkuliahan secama khusus, tapi juga pelajaran tentang nilai-nilai kehidupan secara umum. Kampus sudah seharusnya bukan hanya dimaknai sebagai tempat meraih gelar akademik, tapi juga sebagai universitas kehidupan tempat mengumpulkan bekal untuk kehidupan bermasyarakat.
Terkhusus kepada para mahasiswa muslim, mari kita menanggalkan segala bentuk rasa ujub yang justru mungkin timbul setelah berstatus mahasiswa. Lalu, dengan hati yang paling ikhlas, simaklah ayat berikut:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imran [3:]190-191)
Kawan-kawan mahasiswa muslim! Inilah ayat yang saat turunnya Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam menangis tersedu meneteskan air mata. Ayat ini menggambarkan bagaimana seharusnya profil seorang ulul albab (orang-orang yang berakal). Ulul albab yang bukan hanya unggul dalam hal pemikiran dan pengetahuan, tapi juga dapat menyeimbangkan antara dzikir dan fikir, selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun dan bertafakkur pada ayat-ayatNya yang membentang pada seluruh alam semesta. Maka kepada siapakah masyarakat mengharapkan figur ini ada? Ya, kepadamu: mahasiswa muslim yang mengemban amanah ummat!
Lalu tentulah menyedihkan rasanya menyaksikan bagaimana seorang mahasiswa, dengan Laa ilaha illallah berada di dadanya, dengan tega melempari dan melukai saudaranya sendiri! Tentu sangat memiriskan, melihat bagaimana mahasiswa yang mampu membaca ayat-ayat Al Qur’an itu merusak tempat belajarnya sendiri, sementara begitu banyak sekolah-sekolah adik-adik kita di luar sana yang ambruk dengan naas karena masalah biaya. Tentu memilukan, menjadi saksi angkara murka yang tidak pernah dicontohkan oleh teladan kita, Baginda Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam yang disegani kawan dan lawannya karena keunggulan akhlak!
Masyarakat dan ummat menantikan karya dan sumbangsih kita. Tulisan ini pun dibuat bukan untuk menyalahkan siapa-siapa, apalagi menafikan setiap prestasi yang telah ditunjukkan di masa-masa yang telah terlewat. Tapi, kita tentunya tidak menginginkan potret buram ini terus terulang. Sebab, sebagaimana kita merindukan bumi yang lebih indah untuk dihuni, dengan pemimpin yang hangat dan peduli, kita pun sangat rindu pada sosok-sosok pemuda ulul albab; memiliki akal untuk berpikir jernih, hati yang peka untuk kebaikan, serta selalu mengingat Allah dalam setiap perbuatannya. Lalu, menjadilah ia rahmat bagi semesta alam. Semoga. (Ar)
Continue reading

thumb2

Raihlah Pahala di Hari Kurban

- - Majalah AlFirdaus


Raihlah Pahala Di Hari Kurban

Oleh: Muh. Irfan Zain, Lc

Usia yang terbatas dan kesalahan yang bertumpuk dan semakin banyak, seakan membuat kita pesimis. Bagaimana harus menebus dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Tetapi keluasan rahmatNya ternyata melingkupi segala sesuatu. Berbagai peluang untuk meraih dan mendulang pahala, Ia bentangkan setiap masa. Namun adakah yang mau menjemputnya?

Di antara peluang itu adalah syariat kurban. Kurban yang dilaksanakan dengan ikhlas merupakan simbol ketakwaan seorang hamba dan kecintaannya kepada Allah.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(Al-hajj; 37).

Mengingat hal tersebut, maka Allah sangat mencintai ibadah itu, bahkan lebih dari kecintaanNya kepada ibadah lain yang dilakukan pada hari ke-10 di bulan Dzulhijjah tersebut. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam katakan bahwa sekecil apapun amal sholeh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah, maka tidak akan ada satupun amalan yang dapat menyamai nilainya di sisi Allah kecuali seseorang yang berjihad dan meninggal dalam medan jihad itu. Maka bila demikian, keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lantas bagaimanakah pahala yang Allah Subhanahu wa ta'ala siapkan bagi orang-orang yang berkurban pada hari ke-10 di bulan tersebut ? Disebutkan dalam sebuah riwayat,

ما عمل ابن آدم يوم النحر عملا هو أعظم عند الله -أو أحب إلى الله- من إراقة الدم.

“Tiada satupun amalan seorang manusia yang lebih mulia atau lebih dicintai oleh Allah –dihari ke-10 Dzulhijjah- daripada mengalirkan darah kurban.” (HR. Tirmidzi, didh'ifkan oleh syaikh al Baani dan dihasankan oleh syaikh Mubarakfuuri).

Hukum Pelaksanaan Ibadah Kurban.

Kebanyakan ulama menilai bahwa hukum melakukan ibadah kurban adalah sunnah mu'akkadah. Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata;

من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح فلا يحضر مصلانا

“Barangsiapa memiliki kesanggupan lantas ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghadiri lapangan tempat shalat kami ini.”. (Shahih at Targhib wa at Tarhiib)

Jenis dan Ketentuan Hewan Kurban

Jenis hewan yang boleh dikurbankan adalah unta, sapi, kambing, dan domba. Hewan-hewan inilah yang masuk dalam kategori "Bahimatu Al-an'am", sebagaimana disebut dalam surat al Hajj ayat 28.

Beberapa ketentuan umum hewan kurban adalah hewan sembelihan itu telah mencapai usia tertentu;

1. Usia unta yang sah dijadikan hewan kurban adalah 5 tahun.

2. Usia sapi yang sah dijadikan hewan kurban adalah 2 tahun.

3. Usia kambing yang sah dijadikan hewan kurban adalah 1 tahun.

4. Usia domba yang sah dijadikan hewan kurban adalah 6 bulan..

Usia ketiga jenis hewan yang pertama disebut musinnah, maka jika seorang sulit untuk mendapatkan hewan dengan usia tersebut, bolehlah ketika itu berkurban dengan domba yang berusia 6 bulan (jadza'ah).

Dipersyaratkan pula bagi sahnya hewan kurban yaitu selamatnya hewan tersebut dari cacat yang nyata dan dapat menurunkan kualitas hewan itu, seperti hewan yang buta sebelah matanya dengan kebutaan yang jelas, hewan yang pincang dengan kepincangan yang jelas, hewan yang sakit dengan sakit yang jelas dan hewan yang sangat kurus tidak memiliki sumsum. Olehnya, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam memerintahkan seseorang yang akan menyembelih kurban untuk terlebih dahulu memeriksa mata, telinga dan giginya.

Beberapa Ketentuan Bagi Orang Yang Menyembelih

Bagi seorang yang akan menyembelih, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya untuk tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya ketika telah masuk awal Dzulhijjah. Namun ketentuan ini hanya berlaku bagi seorang yang akan menyembelih untuk dirinya. Tidak berlaku bagi petugas penyembelih (hewan kurban adalah milik orang lain), dan tidak juga berlaku bagi orang-orang yang diikutkan dalam sembelihan tersebut (keluarga pemilik kurban).

Di antara hukum yang berkenaan dengan penyembelih adalah sebaiknya yang menyembelih binatang kurban adalah orang yang hendak melaksanakan kurban, tetapi tidak mengapa diwakilkan kepada seorang yang mahir dalam penyembelihan. Maka bila ia mewakilkannya kepada seseorang, disunnahkan baginya untuk menyaksikan proses penyembelihan dan turut mengucapkan basmalah dan takbir bersama orang yang diwakilkan untuk menyembelih.

Ketika menyembelih hendaknya ia berkata;

بسم الله الله أكبر اللهم هذا منك و لك اللهم هذا عن فلان و عن آل فلان

“Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah sembelihan ini merupakan nikmat dari-Mu dan hanya untuk-Mu. Ya Allah, sembelihan ini adalah dari Fulan (disebutkan nama orang yang memiliki sembelihan) dan juga dari keluarga Fulan.”.

Pembagian Kurban

Di antara hukum yang berkenaan dengan penyembelihan, hendaklah seorang yang menyembelih membagi daging kurban menjadi tiga bagian; sepertiga bagian untuk dirinya, sepertiga bagian untuk dihadiahkan dan sepertiga bagian untuk disedekahkan kepada orang-orang miskin. Menyedekahkan hewan kurban kepada orang miskin -oleh sebagian ulama- adalah perkara wajib, karena maksud dari kurban adalah mengalirkan darah dan bersedekah.

Interval Waktu Penyembelihan

Waktu penyembelihan dimulai setelah khutbah shalat I'ed dan berakhir setelah masuknya waktu maghrib pada hari ke-3 setelah hari raya.

Menyertakan Orang Lain Dalam Ibadah Qurban

Dalam pelaksanaan ibadah qurban, boleh bersyarikat (kongsi) antara tujuh orang untuk menyembelih seekor unta atau sapi. Namun hal demikian tidaklah berlaku bila hewan kurban itu adalah kambing atau domba.

Bila hewan kurban berupa kambing atau domba, maka boleh menyertakan keluarga atau siapa saja dalam kurban yang dilakukan. Namun bila hewan kurban itu berupa sapi atau unta, maka tidak ada riwayat yang menyebutkan bolehnya mengikutkan orang-orang yang tidak menyembelih dalam ibadah kurban, sebagaimana kebolehan melakukan hal itu bila hewan kurban berupa kambing dan yang sejenisnya.

Upah Pemotong

Tidak boleh memberi upah berupa daging atau bagian tubuh lain dari hewan kurban kepada seorang yang ditugaskan untuk menyembelih hewan. Namun tidak mengapa mengupah mereka dengan memberi nominal tertentu selain dari hewan kurban. Demikian juga tidak mengapa menghadiahkan daging atau anggota tubuh lain dari hewan kurban kepada mereka, selama berupa hadiah dan bukan sebagai upah.

Akhirnya, semoga Allah menerima amalan-amalan shaleh kita dan berkenan menutupi segala tumpukan dosa dan kesalahan kita dengan amalan-amalan itu. Dialah Zat yang Maha Rahman dan maha menerima taubat. Walhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin.

sumber gambar:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv0IFTaHJvh5ET4C6QfOF-tUu0_XiCYD7-Nri_2dROj0jUXNw7_-VcB3tFG_Fk4dIrqb59yBgkvY3UnOYeHPDtj30TD-HXFoz3ReTGnX2KgJdBFsfnsrUrvQZmXbS-3YEQzSxWPYJx0-qI/s1600/8678-017-13-1047.gif

Continue reading

thumb2

Semangat Perubahan!

- - Majalah AlFirdaus


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajari sesuatu dari hidup ANDA!
Sesuatu yang mampu mengubah hidup anda ke arah yang benar.




Continue reading

Followers

Subscribe via Email

Enter your email address:

Cara Kirim Tulisan

Redaksi menerima tulisan dari pembaca. Yang tulisannya dimuat, Insya Allah akan mendapat imbalan. Tulisan yang masuk akan menjadi milik redaksi dan tidak dikembalikan. Jangan lupa sertakan biodata singkat di akhir tulisan. Berminat? Silakan kirimkan tulisan via email ke redaksialfirdaus@yahoo.com