INSPIRASIAndSEMANGAT MUSLIM MUDA

Showing posts with label Artikel Tsaqofah. Show all posts
Showing posts with label Artikel Tsaqofah. Show all posts
thumb2

Mentimun: Dulu dan Kini!

- - Majalah AlFirdaus

Bismillaahirrahmaanirrahiim 

            Wajah adalah salah satu bagian terpenting bagi seorang wanita. Apatah lagi bagi seorang muslimah, sudah seharusnyalah mereka merawat sesuatu yang telah diamanahkan Allah subhanahu wa Ta’ala padanya. Yaa dalam hal ini termaksud dalam merawat kulit wajahnya.
            Sebagian besar kaum hawa, wanita, perempuan, cewek, akhwat muslimah atau apapun namanya masih biasa menggunakan masker wajah, dan tidak sedikit dari kalangan kita karena ingin penampilannya lebih menarik terkadang mengorek nilai rupiah yang tidak sedikit dari dompetnya, dan sudah jadi rahasia umum juga bagi kalangan perempuan, bisa menjadi masalah besar buatnya kalau sudah berbicara tentang kulit wajah. Berikut AF akan menyajikan bagaimana caranya membuat masker alami, tanpa biaya mahal ^^

Mentimun Sebagai Masker Alami
Yuup, mentimun siapa sih yang tidak kenal dengan sayuran yang satu ini? Atau mungkin kalau masyarakat Makassar lebih dikenal dengan bontek. Selain mudah didapatkan, harganya pun cukup terjangkau. Kalau dulu di jaman nenek moyang kita, mentimun hanya dikenal sebagai sayuran, yaa walaupun hingga kini juga masih sering digunakan sebagai sayuran, sebagai pelengkap makanan seperti pecel mungkin ataupun sebagai hiasan nasi goreng, tapi sekarang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, mentimun tidak hanya digunakan sebagai pelengkap pencernaan kita, kini mentimun juga sudah bisa digunakan untuk menghilangkan noda membandel di wajah alias jerawat. Nagh loh, bagaimana caranya?

Seperti yang dikutip dari vemale.com, kita dapat menghilangkan jerawat menggunakan buah mentimun. Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan, di antaranya:
  • Masker Mentimun. Caranya haluskan mentimun dengan blender kemudian oleskan pada permukaan wajah. Diamkan kurang lebih selama 30 menit, kemudian bersihkan dengan handuk yang sudah dicelupkan dengan air hangat. Bersihkan sisa masker yang masih menempel dengan air hangat. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda dapat menambahkan bahan lain seperti secangkir havermut dan yogurt.
  • Jus Mentimun. Anda dapat menggunakan jus ketimun sebagai zat alami untuk menghilangkan minyak. Oleh karena itu mentimun dapat menjadi solusi jika Anda memiliki jerawat ataupun bintik merah akibat peradangan.

Nagh itulah tips cara menghilangkan,  memperhalus kulit tanpa harus ke salon, tidak ribet, dan bisa kita sendiri yang kerjakan, tanpa membuang-buang waktu pula.
Tapi ingalah bahwa agama kita, tidak menentukan konsep yang pasti mengenai kriteria “Wanita Cantik” dan juga tidak ada standar yang pasti bagaimana penampilan cantik itu. Memang penting bagi seorang muslimah berpenampilan cantik di luar, tapi yang paling penting lagi adalah penampilan cantik di dalamnya, karena semua itu akan terpancar insyaa allah. Dan ingat jangan sampai tips penampilan cantik ini dijadikan ajang tabarruj yaa ^^ (UK)

 
Continue reading

thumb2

Kulit Sehat di Cuaca Menyengat!

- - Majalah AlFirdaus


Bumi sudah makin tua. Mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi planet kita saat ini. Berbagai macam siklus yang dulunya teratur berdasarkan masanya kini tidak lagi mengikuti polanya yang sebenarnya. Kadang kita sampai bingung melihat kondisi langit yang seolah begitu cepat berubah-ubah tak menentu, sedikit-sedikit hujan… sekejap langsung panas terik…



Belum lagi dengan kabar-kabar tentang lapisan ozon yang semakin menipis bahkan bocor di beberapa titik. Hal ini membuat Shohib AF harus ekstra hati-hati saat terpapar sinar matahari menyengat yang kadang kita rasa tidak bersahabat seperti yang dulu.

Nah, salah satu bagian yang akan langsung menerima ‘salam hangat’ dari matahari adalah kulit kita. Kulit sebagai bagian tubuh kita yang paling luar sangat mungkin menjadi yang pertama kalinya merasakan efek dari perubahan iklim yang tidak jelas seperti saat ini.

Shohib AF mungkin pernah mendengar istilah sinar ultraviolet atau yang biasa disebut sinar UV. Sinar ultraviolet, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Sinar UV dikelompokkan ke dalam 3 jenis, ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC), tergantung pada panjang gelombangnya masing-masing. Secara normal, sinar UV ini dihalangi oleh ozon agar tidak sampai ke bumi dalam jumlah yang besar. Sebab, meskipun dalam jumlah kecil keberadaan sinar ini berguna dalam proses pembentukan vitamin D, namun jumlahnya yang berlebihan juga dapat menimbulkan mudharat yang tidak sedikit.

Sebenarnya, Allah Subhana Wata’ala telah menganugrahkan kepada manusia kemampuan alami bagi kulit untuk melindungi diri dari sinar matahari. Perlindungan alami ini dengan menebalnya epidermis dan melanocytes (pigmen-menghasilkan sel kulit) meningkatkan jumlah melanin, yang menggelapkan kulit sehingga menghasilkan warna coklat. Melanin menyerap energi sinar UV dan membantu mencegah sinar merusak sel kulit dan menembus ke dalam jaringan. Hal inilah yang menyebabkan orang dengan kulit lebih gelap memiliki resiko lebih kecil terkena penyakit kulit akibat sinar matahari, misalnya kanker kulit, karena lebih banyaknya melanin yang melindungi kulitnya. Perlindungan ini sangat penting karena sinar matahari berlebih dapat menjadi penyebab kerutan, halus dan kasar, pigmentasi yang tak teratur, kemerahan, dan bertekstur kasar pada kulit yang terekspos.
Shohib AF tentu tidak ingin mengalami berbagai kerusakan kulit di atas khan? Berikut AF akan berbagi tips agar kulit kamu tetap ‘strong’ saat disapa sinar matahari yang garang!
1. Hindari paparan sinar matahari yang berlebih!
Di siang hari yang panas, kamu jangan hobi menantang matahari dengan gagah berani menjemur diri dong! Usahakan untuk melindungi kulit kamu secara manual dengan menggunakan payung atau apapun yang bisa melindungi kulitmu dari sinar matahari langsung. Nah, ini juga membuat kita semakin merasakan betapa syari’at busana muslimah yang tertutup merupakan bukti perlindungan Allah bagi makhlukNya! Karena dengan menggunakannya, secara tidak langsung kita mendapatkan bonus atas ibadah yang kita lakukan. Tapi jangan sampai ini menodai keikhlasan kamu berbusana muslimah, lho! Ingat! Menutup aurat semata-mata sebagai bentuk ketaatan pada Allah saja!

2. Lakukan pengelupasan (exfoliating) kulit secara teratur
Ini bukan berarti kamu harus mengupas kulit kamu seperti mengupas buah, lho! Maksud pengelupasan di sini adalah dengan mengangkat sel kulit mati dan kulit kering. Pengelupasan ini bisa kamu lakukan sendiri dengan membasahi seluruh tubuh, oleskan lulur atau produk semacamnya diwaslaf, kain atau buffpuff, lalu gosok, Lakukan dengan lembut dengan gerakan melingkar.

3. Gunakan pelembab
Pelembab sangat berguna bagi kulit yang dapat dengan mudah mengering di cuaca panas akibat penguapan air pada kulit. Kulit kering akan lebih mudah untuk menjadi keriput sehingga kulit terlihat lebih tua. Nah, untuk penggunaannya, perhatikan juga jenis kulit kamu, untuk kulit yang hanya sedikit kering gunakan pelembab yang agak cair dan jika sangat kering, pilih pelembab berbentuk krim.

4. Lindungi Kulit dengan Tabir Surya
Meskipun kulit memiliki mekanisme alami untuk melindungi dari matahari, kamu juga perlu membantunya dengan menggunakan produk tabir surya. Biasanya produk ini mengandung sun protection factor (SPF). Pilih produk dengan SPF 15 yang dilengkapi dengan label broad spectrum protection atau UVA protection, bahkan saat ini ada juga produk yang dilengkapi sekaligus dengan UVB protection. Pastikan pula mengoleskan tabir surya dengan SPF 30 pada bekas luka, karena sinar matahari dapat membuat bekas luka Anda semakin gelap. Pilih tabir surya berlabel nonacnegenic atau noncomedogenic untuk menjaga supaya kulitmu bebas komedo.

5. Minum Air Putih
Minumlah air putih sebanyak mungkin. Usahakan sebanyak delapan gelas per hari serta mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran, agar kulit tidak kering.
Yang Alami buat Si Kulit Kering
Buat kamu yang punya kulit kering, memang harus lebih ekstra memperhatikan kondisi kulit di cuaca yang panas. Soalnya, kulit kamu yang sudah dari awalnya kering akan menjadi lebih kering lagi akibat penguapan yang terjadi. Di lain pihak, terkadang agak ‘mengerikan’ jika membayangkan harus merawat kulit dengan berbagai bahan kimia yang tentunya rentan dengan efek samping. Nah, di bagian ini AF akan membagi ‘formula’ alami untuk perawatan kulit keringmu!
1. Masker Alpukat
Selain enak dibuat jus atau dicampur dengan dimakan dengan campuran susu, ternyata alpukat juga mantap saat dibuat masker untuk melembabkan kulit, lho! Caranya, campurkan setengah buah alpukat dengan seperempat gelas madu secara merata. Selanjutnya, oleskan di wajah dan leher, lalu diamkan 10 menit. Terakhir, bersihkan sisa masker dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi dengan air dingin.

2. Masker Madu
Pilih madu asli lalu hangatkan dengan cara memasukkan botolnya dalam wadah yang berisi air panas, diamkan hingga madu terasa hangat. Selanjutnya, terlebih dahulu bersihkan wajah dengan menggunakan handuk yang hangat agar pori-pori kulit wajah terbuka. Lalu, oleskan madu hangat tadi pada wajah hingga merata. Diamkan 10 menit, lalu bersihkan dengan air hangat.

3. Madu dan Putih Telur
Ada beberapa varian masker madu. Salah satunya dengan campuran putih telur (lebih baik pilih jenis telur ayam kampung). Gunakan pada malam hari selama 15 – 20 menit lalu bilas dengan air hangat. Gunakan secara teratur seminggu dua kali maka wajah kamu menjadi mulus dan kencang.
4. Madu dan Susu
Kombinasi antara susu dan madu merupakan ‘resep lama’ yang dikenal dapat melembabkan kulit. Campurkan satu sendok teh susu bubuk dengan satu sendok makan madu yang sudah dihangatkan serta satu sendok teh gel dari daging lidah buaya. Tambahkan juga dua tetes essential iol (minyak esensial). Lalu, campurkan semua bahan hingga merata dan oleskan ke seluruh wajah kemudian biarkan selama 15 menit. Terakhir, cuci bersih wajah dengan air hangat.
Selamat mencoba!

Continue reading

thumb2

Bersyukurlah karena Allah Mencipta Sang Surya!

- - Majalah AlFirdaus


Pagi hari. Matahari mulai menyapa dengan sinarnya yang hangat. Orang-orang keluar dari rumahnya untuk menjalankan aktifitas masing-masing. Tidak banyak yang peduli dengan keberadaan si benda langit yang setia itu. Siangnya, matahari bersinar terik. Sinarnya yang menyengat siang itu, membuat beberapa orang nampak menyeka keringat. Tak jarang keluhan dari bibirnya terucap karena rasa tidak nyaman akibat suasana gerah yang tercipta. Menjelang petang, sedikit demi sedikit semburat jingga terlukis di langit. Matahari akan segera berpamitan. Kini, tinggal setengah lingkaran, bertanda matahari akan segera terbenam. Begitulah roda perputaran matahari, setiap harinya.

Ya, keberadaan matahari sebagai ciptaan Allah, kadang hanya kita anggap sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, asal shohib AF tau aja, ada begitu banyak hal yang sebenarnya dapat menjadi bahan renungan kita atas keberadaan si Raja Siang ini !
Matahari adalah bintang terdekat dengan bumi dengan suhu permukaan enam ribu derajat celcius, hmm..., kebayang gak panasnya ? Tapi, jangan kaget dulu ! Sebab semakin kita menilik ke bagian inti bola raksasa ini, suhunya dapat mencapai hingga 15 juta derajat celcius loh! Energi yang dihasilkan, kemudian terbawa kepermukaan matahari sebagai panas dan sinar. Keduanya, amat penting bagi kehidupan dunia. Sinar dan panas itu terah dirancang dengan kepekaan yang menakjubkan bagi kehidupan kita !


Panas yang dihasilkan matahari berguna untuk memanaskan permukaan bumi. Sinarnya, terjaga kehangatannya dengan suhu dalam kisaran dimana makhluk hidup dapat bertahan. Sedangkan sebagai energi, sinar ini berguna sebagai penggerak dalam proses fotosintesis. Terutama, waktu tumbuhan membuat makanannya. Nah, kamu mungkin sudah pernah mempelajari proses ini di pelajaran sekolah kamu, khan? Tapi, jangan cuma hapal teorinya yah, tapi renungi pula betapa dalam proses tersebut tentunya tidak terlepas dari kekuasaan Allah Azza Wa Jalla, pencipta alam semesta !

Fotosintesis, Luar Biasa !
Fotosintesis terjadi dengan adanya kloroplas yag bekerja layaknya laboratorium kimia degan reaksi yang rumit di tiap detiknya. Satu-satunya pembuatan zat makanan di dunia adalah proses kimiawi yang dilakukan oleh tumbuhan ini. Semua makhluk hidup secara tidak langsung memperolehnya lewat jalur rantai makanan yang ada. Hewan pemakan tumbuhan mengambil energi ini, saat melahap rumput, daun dan sebagainya. Selanjutnya, hewan karnivora juga memperoleh energi dari sumber yang sama, ketika melahap hewan pemakan tumbuhan tadi. Begitu pula dengan manusia, waktu menyantap sayur dan daging, maka tanpa sadar, sebenarnya setiap santapan kita, ada energi dari matahari !

Belum cukup dengan energi, hasil penting fotosintesis lainnya adalah oksigen. Manusia dan hewan mengambil sedikit demi sedikit persediaan oksigen dari atmosfer dan tumbuhan. Selanjutnya, menggantinya lewat fotosintesis. Tentu saja, terdapat keseimbangan menakjubkan dalam hal ini. Tumbuhan menyediakan glukosa dan oksigen, kita menggunakannya dalam sel-sel kita. Karbondioksida yang kita lepaskan, digunakan kembali oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Daur selaras ini terjadi terus menerus, hanya dapat terjadi berkat bantuan sinar matahari !

Sinar matahari dirancang khusus untuk kehidupan di bumi. Pengaturan ini juga berlaku dalam proses fotosintesis yang hanya dapat berlangsung dengan sinar matahari, bukan sinar yang lain. Astronom asal Amerika menulis, “Klorofil adalah molekul yang melakukan fotosintesis diawali dengan penyerapan sinar matahari oleh molekul klorofil. Namun, agar ini terjadi, sinar itu haruslah berwarna sesuai. Sinar yang salah warna tidak akan bisa. Perumpamaannya seperti seperangkat televisi. Agar ia bisa menerima siaran tertentu, pesawat harus disetel ke saluran itu, jika disetel ke tempat yang lain, siaran tidak dapat diterima. Ini sama dengan fotosintesis, matahari diumpamakan berperan sebagai pemancar dan molekul klorofil sebagai pesawat televisi. Jika molekul dan matahari tidak saling disetel dalam hal warna, fotosintesis tidak akan terjadi. Ternyata, warna matahari sungguh sangat tepat untuk fotosintesis.” (George Greenstein, The Symbiotic Universe, William Morrow, New York, 1988, h.96)

Kesimpulannya, bahwa terdapat kecocokan yang sangat pas antara sinar matahari dengan klorofil yang ada pada daun. Kecocokan ini tentunya gak mungkin dong tanpa kesengajaan! Tapi, ada yang mengaturnya, yakni; pencipta matahari, tumbuh-tumbuhan, bumi, langit, dan semua di antara keduanya, adalah satu Dzat yang sama : Allah Subhanah Wata’ala !

Perjuangan Si Sinar
Sinar matahari harus melintasi rintangan besar sebelum mencapai bumi kita. Yup, rintangan itu adalah atmosfer! Tapi, sinar matahari adalah satu-satunya radiasi yang dapat dibiarkan lewat oleh atmosfer. Dalam waktu bersamaan, lapisan ini juga menahan sinar-sinar lain yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Matahari hanya mencurahkan satu banding sepuluh pangkat dua puluh lima dari radiasinya, dan itulah yang diloloskan oleh atmsosfer. Tentunya rancangan dan rencana di tiap rincian alam semesta ini telah diciptakan Allah dengan keselarasan yang amat istimewa bagi segenap makhlukNya.

Stt..., ternyata kesimpulan yang dituntun oleh ilmu pengetahuan ini sesungguhnya telah diajarkan oleh Allah lewat al Qur’an sejak 14 abad lampau. Jika ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa sinar matahari disiapkan untuk kita dan untuk melayani kita, maka coba simak firman Allah dalam surah Ar Rahman [55] ayat 5 berikut :
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan”
Tengok pula apa yang terdapat dalam bagian Al Qur’an lainnya :
“Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dari hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malan dan siang. Dan Dia telah berikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya.Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS Ibrahim [14] : 34)

Subhanallah! Maka patutlah terucap syukur saat matahari menyinari bumi, karena Allah telah menciptanya, teruntuk kita semua !(AR)

gambar: http://i287.photobucket.com/albums/ll123/sailorette857/sunshine.jpg


Continue reading

Followers

Subscribe via Email

Enter your email address:

Cara Kirim Tulisan

Redaksi menerima tulisan dari pembaca. Yang tulisannya dimuat, Insya Allah akan mendapat imbalan. Tulisan yang masuk akan menjadi milik redaksi dan tidak dikembalikan. Jangan lupa sertakan biodata singkat di akhir tulisan. Berminat? Silakan kirimkan tulisan via email ke redaksialfirdaus@yahoo.com